ARTIKEL, CATATAN SOSIOLOGI, REVIEW BACAAN, REVIEW ANIME DAN ONLINE T-SHIRT AMATERASU

MAKALAH MODEL - MODEL SISTEM POLITIK

Author Ahsya Ahmad - -



Sistem politik mempunyai banyak pengertian diantaranya adalah:Menurut Robert Dahl, sistem politik mencakup dua hal yaitu pola yang tetap dari hubungan antar manusia kemudian melibatkan sesuatu yang luar tentang kekuasaan,aturan dan kewenangan.

Menurut Gabriel Almond, sistem politik antara lain adalah merupakan sistem interaksi yang ditemui dalam masyarakat merdeka, yang menjalankan fungsi penyatuan dan penyesuaian1.

Sistem politik terdiri dari berbagai sub sistem seperti misalnya sistem kepartaian, sistem pemilihan umum, sistem pemilihan kepala daerah, sistem budaya politik, dan sistem peradaban lainnya.

Budaya politik merupakan satu komponen dalam sistem politik. Komponen sistem politik lainnya adalah struktur politik.

Budaya politik dapat dipandang sebagai landasan sistem politik,yang memberi jiwa atau warna pada sistem politik, atau yang memberi arah pada peran-peran politik yang dilakukan oleh struktur politik2.

Ada dua tingkat orientasi politik, yaitu di tingkat masyarakat dan di tingkat individu. Orientasi individu terhadap sistem politik dapat dilihat dari tiga komponen, yaitu orientasi kognitif, orientasi afektif dan orientasi evaluatif. Di dalam realitas kehidupan, ketiga aspek itu merupakan satu kesatuan.

Aspek budaya politik lainnya adalah pandangan atau sikap sesama warga negara.sikap ini berkaitan dengan “rasa percaya” (trust) dan “permusuhan” (hostility). Adanya sikap saling percaya menumbuhkan kerja sama, sedangkan konflik bisa terjadi manakala diantara berbagai pihak dalam masyarakat ada hubungan saling bermusuhan.

Gabriel A. Almond dan Sidney Verba mengklasifikasi budaya politik ke dalam tiga tipe, yaitu: budaya politik parokial, budaya politik subjek dan budaya politik partisipan.

Afan Gaffar menyebut tiga ciri budaya politik Indonesia yang dominan, yaitu : hirarki yang ketat, kecenderungan patronage, dan kecenderungan neo-patrimonialistik.

Model politik yang akan diuraikan ini lebih dilihat dari sudut historis dan perkembangan sistem politik, di mulai dari otokrasi tradisional ke totaliter dan sampai pada demokrasi. Diantara ketiga model sistem politik ini terdapat berbagai sistem politik yang timbul karena disesuaikan dengan kultur dan struktur masyarakat setempat maupun yang timbul sebagai kombinasi unsur-unsur terbaik dari ketiga sistem politik tersebut.


Sistem Politik Otokrasi Tradisional 

  • Kebaikan Bersama
Faktor kebaikan bersama menyangkut pemahaman mengenai dua hal, yaitu persamaan dan kebebasan politik individu.

  • Identitas Bersama
Faktor yang mempersatukan masyarakat dalam sistem politik ialah faktor primordial (suku bangsa, ras, dan agama).

  • Hubungan Kekuasaan
Kekuasaan dalam sistem ini cenderung bersifat pribadi, negatif, dan sebagian kecil lagi bersifat konsensus.

  • Legitimasi Kewenangan
Kewenangan otokrat bersumber dan berdasarkan tradisi. Ia memiliki kewenangan karena ia merupakan keturunan dari pemimpin terdahulu.

  • Hubungan Ekonomi dan Politik
Di samping terdapat jurang politik (kekuasaan) yang lebar antara penguasa dan penduduk di pedesaan, dalam sistem otokrasi tradisional ini pun terdapat jurang yang lebar dalam ekonomi, yaitu antara otokrat dan kelompok kecil elit penguasa yang mengitarinya, yang sekaligus merupakan pemegang kekayaan dan massa petani yang tak memiliki apa-apa selain tenaga mereka3.

Sistem Politik Totaliter

Sistem politik totaliter sangat menekankan konsensus total di dalam masyarakatnya tetapi konflik total pula dengan musuhnya di dalam negeri maupun di luar negeri.

Komunisme merupakan pemberontakan besar pertama dalam abad keduapuluh terhadap sistem ekonomi yang kapitalistis dan liberal, sedangkan fasisme merupakan pemberontakan kedua terhadap kapitalis dan liberal maupun terhadap komunisme. Komunisme merupakan pengaturan pemerintahan dan masyarakat secara totaliter dengan suatu kediktatoran yang mewakili kaum proletar (pekerja).

Fasisme merupakan pengaturan pemerintahan dan masyarakat secara totaliter dengan suatu kediktatoran tunggal.

Komunis

  • Kebaikan Bersama
Sistem ini ditandai dengan prinsip sama rata sama rasa dalam bidang ekonomi, dan sekularisme yang radikal tatkala agama digantikan dengan ideologi komunis yang bersifat doktriner dan eskatologis.
  • Identitas bersama
Faktor sakral yang mempersatukan masyarakat dalam sistem ini ialah ideologi yang bersifat doktriner dan eskatologis.

  • Hubungan Kekuasaan
Kekuasaan dalam sistem ini dimonopoli dan dolaksanakan secara sentral dengan partai tunggal. Kekuasaan paksaan yang dilaksanakan oleh militer dan polisi rahasia lebih menonjol daripada kekuasaan konsensus.

  • Legitimasi Kewenangan
Dasar kewenangan pemimpin dalam sistem ini berupa peranan mereka sebagai ideolog, yaitu penafsir dan pelaksana ideologi yang bersifat doktriner, dan eskatalogis.

  • Hubungan Politik dan Ekonomi
Pemerintah yang dikelola oleh partai tunggal mengendalikan kegiatan ekonomi dalam koordinasi unit ekonomi maupun dalam pengadaan barang dan jasa.

Sistem Politik Demokrasi
  
   Dari sudut pandang struktural,sistem politik demokrasi secara ideal ialah sistem politik yang memelihara keseimbangan antara konflik dan konsensus.

  • Kebaikan Bersama
Persamaan kesempatan politik bagi setiap individu dijamin dengan hukum. Setiap individu memiliki kebebasan untuk mengejar tujuan hidupnya.

  • Identitas Bersama
Faktor yang mempersatukan masyarakat dalam sistem politik demokrasi ialah bersatu dalam perbedaan. Contohnya,Bhinneka Tunggal Ika untuk Indonesia dan Unity in Diversity untuk Amerika Serikat.

  • Hubungan Kekuasaan
Dalam sistem politik demokrasi terdapat distribusi kekuasaan yang relatif merata diantara kelompok sosial dan lembaga pemerintahan.

  • Legitimasi Kewenangan
Prinsip kewenangan dan legitimasi dalam sistem ini bersifat prosedural yang
            diatur dalam konstitusi.

  • Hubungan Politik dengan Ekonomi
Berdasarkan koordinasi unit ekonomi maupun dalam pemilikan barang dan jasa, pemerintah dan swasta ikut ambil bagian secara aktif sesuai dengan setiap porsinya.
Sistem politik demokrasi membiarkan semua subkultur berkembang sehingga akan melahirkan pluralisme (kemajemukan). Demokrasi menghendaki konstitusi dan demokrasi menghendaki sumber-sumber ekonomi yang relatif cukup untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Negara Berkembang

Sistem politik yang ada di negara ini juga sedang mencari bentuk yang selaras dengan tingkat perkembangan masyarakat maupun kultur dan struktur masyarakatnya.
Dalam masyarakat ini pemerintah (eksekutif) sangat berperan dalam mengembangkan identitas bersama dan merumuskan kebaikan bersama maupun dalam melakukan pembangunan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Kekuasaan pemerintah dan campur-tangan pemerintah yang begitu luas dalam masyarakat pada satu pihak berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi
Masyarakat-negara yang berkembang ini belum menemukan pola hubungan politik dengan ekonomi yang cocok.

Referensi
Inu Kencana Syafiie.2009.Pengantar Ilmu Politik.Pustaka Reka Cipta:Jawa Barat.hal 333Bambang Suteng,dkk.2006.Pendidikan Kewarganegaraan. Erlangga: Jakarta.hal 3Ramlan Surbakti.1992.Memahami Ilmu Politik. PT Grasindo:Jakarta.hal 221-232

loading...
  Diberdayakan oleh Google TerjemahanTerjemahan