ARTIKEL, CATATAN SOSIOLOGI, REVIEW BACAAN, REVIEW ANIME DAN ONLINE T-SHIRT AMATERASU

SEBUAH GAMBARAN ANAK JALANAN IBU KOTA

Author Ahsya Ahmad - -




Sumber: http://cdn.klimg.com/kapanlagi.com/
Anak itu berjalan menyusuri ruas jalan. Tubuhnya yang kumal menandakan betapa bersahabatnya dia dengan debu jalanan ibu kota yang tiada dua. Didekapnya berlembar koran lokal dan nasional. Isinya tak lagi membuatnya peka tuk membaca. Kecuali beberapa kolom saja yang menurutnya layak. Jikalau ditanya kenapa dia enggan membacanya, jawabannya adalah tak semua koran sekarang berpegang pada kebenaran.

Lebih bersifat materialistis yakni hanya menjual yang sekiranya layak dijual dan disukai banyak orang. Atau menjual jikalau berita itu adalah pesanan orang yang bersedia “mensubsidi”. Banyak orang heran atas argumen si anak tadi, dan mereka pun mencoba mengkaji dan bertanya pada hati. Benarkah seperti ini?

Anak itu mencoba berteduh saat lampu hijau menyala. Dia perhatikan betapa kini ibu kota berjuta warna. Merah, kuning, hijau, biru, putih, ungu dan warna-warna lain yang mungkin sedikit mengusik pandangan para pengendara. Dia sempat bertanya, kenapa begitu banyak bendera. Memang sebenarnya dia sempat baca di surat kabar kalau tujuan pemilik bendera-bendera itu adalah untuk memakmurkan negeri ini. Mengangkat derajat rakyatnya agar lebih memiliki kehidupan yang layak. Memang dia sempat melihat ada pemilik bendera itu yang sungguh-sungguh. Datang di kala bencana dan berbagi di rumah kumuh. Tapi jika benar para pemilik bendera-bendera itu memiliki tujuan luhur kenapa hanya datang kambuhan. Ah andai saja semua bendera berkiprah seperti pemilik bendera yang satu itu, gumam dia.

Sumber: https://diningrat.files.wordpress.com
Dia mencoba menerka uisa, sudah berapa lamakah dia hidup di dunia. Dia sedang berpikir apakah dia layak tuk ikut Pemilu 2009 nanti. Dia pikir tidak. Ah mungkin usiaku baru 13 tahun, taksirnya. Ini disimpulkan berdasarkan kelas berapa dia sekarang di sekolah. Dan dia kelas VI SD, ini tandanya usianya sekitar 13 tahun. Padahal jikalau ibunya ada saat ini mungkin dia kan diberitahu kalau usianya sudah 15 tahun. Tapi dia hanyalah sebatang kara. Kemanakah orang tuanya? Yang jelas dia sempat diberitahu oleh seseorang yang merawat dirinya kalau dia adalah anak sepasang pecinta tanpa ikatan perkawinan yang sah. Dan konon kabarnya sang ayah adalah seorang yang cukup “hebat” sementara ibunya adalah gadis muda yang teramat cantik yang kini memutuskan tuk jadi TKW ke Hongkong. Ibu, benarkah ibu bekerja selayaknya di sana? Si anak itu pun menengadah, karena hanya Tuhan saja yang selama ini menguatkannya.

loading...
  Diberdayakan oleh Google TerjemahanTerjemahan