ARTIKEL, CATATAN SOSIOLOGI, REVIEW BACAAN, REVIEW ANIME DAN ONLINE T-SHIRT AMATERASU

TENTANG MEDIA DAN POLITIK

Author Ahsya Ahmad - -





Istilah politik sangat erat hubungannya dengan media massa, karena salah satu tujuan media massa yakni untuk membentuk pendapat umum mengenai berbagai hal, terutama hal politik.

Ketika pendapat umum tersebut dapat diterima seperti yang diinginkan media, dan pada saat itulah yang menjadi tolak ukur keberhasilan suatu media.


Antara dunia politik atau politik praktis dengan media terjalin hubungan yang saling membutuhkan dan bahkan saling mempengaruhi. Media massa dengan fungsi persuasif yang mampu membentuk pendapat umum dan mampu mempengaruhi opini masyarakat terhadap isu-isu politik yang sedang berkembang. Merrill dan Lowenstein mengungkapkan bahwa media massa tunduk pada sistem pers, dan sistem pers itu sendiri tunduk pada sistem politik yang ada. (Harsono Suwardi, hal:17)  Artinya, dalam memberikan informasi kepada masyarakat atau dalam penyampaian pesan, surat kabar harus berada dalam lingkaran regulasi yang ditetapkan.


Cara media menampilkan peristiwa-peristiwa politik dapat mempengaruhi persepsi masyarakat dan aktor politik mengenai perkembangan politik. Keikutsertaan media dalam mengubah sistem politik dengan melalui pembentukan opini publik atau pendapat umum yakni, upaya pembangunan sikap dan tindakan khalayak mengenai sebuah masalah politik atau aktor politik. (Ibnu Hamad :2004:9) Dalam kerangka ini media menyampaikan pemberitaan-pemberitaan politik kepada khalayak. Penyampaiannya dalam berbagai bentuk, antara lain berupa audio, visual maupun audio-visual yang didalamnya terdapat simbol politik seperti lambang partai atau lambang negara. Dan dimuat dalam media cetak maupun media elektonik. Dalam penetian ini yang menjadi fokus kajiannya adalah media massa elektronik televisi.

Berbicara media massa sudah tidak bisa dilepaskan lagi lagi muatan-muatan politik dan begitu juga sebaliknya, berbicara politik tidak bisa dilepaskan dari media yang memuatnya. Masa yang semakin berkembang sekarang ini berita-berita politik bukan lagi menjadi sesuatu yang tabu seperti yang pernah terjadi pada masa Orde Lama dan Orde Baru,  atau hanya milik orang-orang tertentu saja. Kini politik menjadi bagian dari masyarakat. Bahwa politik itu adalah masyarakat itu sendiri, artinya bahwa setiap kehidupan masyarakat tidak pernah terlepas dari politik, yang didalamnya ada kegiatan mempengaruhi, dan aturan-aturan maupun norma-norma yang mengikat setiap kegiatan dalam masyarakat.

Berikut ini merupakan beberapa pendapat ahli mengenai pengaruh media massa terhadap pengetahuan dan sikap individu. Yang pertama dikemukakan oleh Lukman Hakim: “Media mempunyai pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan kognisi seseorang. Media memberikan informasi dan pengetahuan yang pada akhirnya dapat membentuk persepsi. Dan persepsi mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang. Berbagai pemberitaan media memberikan masukan kepada kognisi individu, dan kognisi akan membentuk sikap. (http://lukmanulhakim.multiply.com/journal/item/11/21/2012) “ Wacana politik yang tersedia pada kita membantu membentuk pengharapan dan bagaimana kita memandang, memikirkan dan merasakan segala sesuatu yang menyangkut praksis politik.”

(Ariel Heryanto, 1996:22) Pendapat kedua ini kemukakan oleh Ariel Heryanto. Selain itu, Jurgen Habermas mengemukakan “Language (media massa melalui bahasa yang digunakan) is also a medium of domination and power.” (Ariel Heryanto, 1996:19)  Dari pendapat pakar komunikasi ini dapat kita buat sebuah pengertian bahwa berita-berita dalam media cetak maupun elektronik melalui bahasa (kata-kata yang digunakan) dapat merupakan alat dominasi ataupun kekuasaan.

Dari definisi di atas maka dapat kita tarik bahwa Media massa adalah alat penguasa untuk menciptakan reproduksi ketaatan. Media massa seperti halnya lembaga sosial lain seperti sekolah dan rumah sakit dipandang sebagai sarana ampuh dalam mereproduksi dan merawat ketaatan publik. Media massa hanya bersifat satu arah melayani kepentingan ekonomi. ”Bahkan istilah media mungkin perlu digeser menjadi mediasi karena di sanalah segala macam simbol dari berbagai latar identitas budaya bisa saling bertemu. Hasil interaksi antar simbol itu akan bersintesis dan menemukan bentuk ekspresi baru.

loading...
  Diberdayakan oleh Google TerjemahanTerjemahan